Perkembangan Desain Kaca Patri

Desain Kaca patri yang pada awal kemunculannya banyak digunakan di rumah ibadah guna memunculkan kesan ketenangan dan kedamaian serta menimbulkan kekhusyukan mengalami banyak perkembangan termasuk dari sisi desain.

Sejak mulai menggeliat kembali pada tahun 1980 an, kaca patri makin banyak diminati dan mulai digunakan tidak hanya di rumah ibadah tetapi juga tempat tinggal. Hal ini tentu berdampak pula pada perkembangan model dan bentuk atau desain kaca patri itu sendiri.

Jika pada awalnya desain kaca patri yang digunakan di gereja memiliki desain yang berhubungan dengan simbol simbol keagamaan, kini desainnya sudah berkembang pesat. Dahulu, kaca patri identik dengan motif tidak beraturan atau yang dikenal dengan motif mosaic, kini kita dapat menemukan desain berbentuk bunga, ataupun binatang-binatang. Tinggal disesuaikan dengan karakter dan tema dari bangunan tersebut agar tercipta suatu keselarasan.

Penggunaan kaca patri pada daun jendela di rumah Anda misalnya, bisa memakai art deco atau gaya dekoratif jendela kaca patri campuran, menggunakan bentuk-bentuk kaca yang geometris dengan warna-warna mencolok. Atau jika Anda menyukai segala sesuatu yang simpel, Anda dapat memilih desain yang tidak terlalu rumit.

Yang juga terkenal sebagai bentuk perkembangan desain kaca patri adalah memadukannya dengan kaligrafi. Desain ini dapat kita temui di masjid-masjid ataupun mushalla. Desain kaca patri dengan kaligrafi menggunakan gaya tsuluts, bisa ditulis dalam bentuk kurva dengan kepala runcing ataupun gaya sambung.